Sabtu, 17 Maret 2012

Kepribadian Erikson Dan Freud (Kesehatan Mental-Softskill)


Jelaskan bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang  !
·         Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson.
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan berlangsung melalui tahapan. Konsep-konsep erikson yang sudah tidak asing lagi akan kita uraikan, seperti berikut.
1.    Kepercayaan dasar Vs Kecurigaan dasar
Kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap semsorik-oral dan ditunjukan oleh bayi lewat kepastiannya. Situasi yang menimubulkan kenyaman membuat kepercayaan bayi sekaligus bisa membuat kecurigaan bayi. Perbandingan antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar  mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Tahap kehidupan bayi ini merupakan tahap ritualisasi numinous. Yang dimaksudkan oleh Erikson  dengan numinous adalah perasaan bayi akan kehadiran ibu sehingga bayi tidak memiliki perasaan keterasingan atau merasa abandonment (dibuang).
2.    Otonomi Vs Perasaan malu dan Keragu-raguan
Tahap muskular-anal dalam skema psikoseksual, dimana anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajibanya dan hak-haknya yang disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Sehingga anak didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut otonomi dalam melakukan pilihan bebas. Penanaman rasa malu secara berlebihan akan menimbulkan anak tidak memiliki rasa kepercayaan diri.
3.    Inisiatif Vs Kesalahan
Tahap lokomotor-genital dalam skema psikoseksualitas ialah tahap inisiatif, suatu masa untuk penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan. Bahayanya dalam tahap ini adalah perasaan bersalah dimana ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan tujuan-tujuannya.
4.    Kerajinan Vs Inferioritas
Pada tahap ini anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang sangat kaya dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan suatu sikap rajin dan mempelajari yang dihasilkan dari ketekunan dan kerajinan. Setelah ia mengembangkan kecerdasan, perlu mencegah timbulnya inferioritas dan regresi eg0 (kemunduran ego) artinya adanya perasaan rendah diri dan kekanak-kanakan.
5.    Indentitas Vs Kekacauan identitas
Selama masa adolesen ini, individu mulai merakan suatu perasaan tentang identitas dirinya, perasaan dimana ia adlah manusia yang unik, siap memasuki peranan dalam masyarakat. Karena peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menimbulkan perubahan sosial dan historis dilain pihak, sehingga mengakibatkan kekacauan identitas. Istilahnya krisis identitas.
6.    Keintiman Vs Isolasi
Dalam tahap ini, orang-orang dewasa awal (young adults) siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Menginginkan adanya hubungan yang intim dan akrab. Misalnya dalam arti sosial dimana genitalitas membutuhkan seseorang dan dicintai untuk hubungan seksual sehinngga mempunyai suatu hubungan kepercayaan. Bahaya dalam keintiman yaitu isolasi, perasaan perlu membuat pilihan-pilihan yang berkaitan dengan masalah-masalah kepribadian.
7.    Generativitas Vs Stagnasi
Tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan-keturunan, produk-produk, ide-ide dsb. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi (berhenti ditempat).
8.    Integritas Vs Keputusan
Tahap terakhir dalam proses epigenetic perkembangan tersebut dinamakan integritas. Integritas ialah suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam hidup. Lawannya adalah keputusan dimana ia perlu menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individuterhadap kondisi-kondisi sosial dan sejarah, belum lagi kefanaan (ketidak abadian) hidup menghadapi kematian.

·         Menurut teori perkembangan kepribadian Freud.
1.    Tahap Oral
Sumber kenikmatan pokok berasal dari mulut adalah makan. Jadi karena berlangsung pada saat bayi maka sangat bergantung pada ibunya, maka ketika perasaan ini menetap. Akan muncul manakala orang cemas atau tidak aman sehingga simtom ketergantungan yang paling ekstrem adalah keinginan untuk kembali kedalam Rahim.
2.    Tahap Anal
Setelah makan dicerna, maka akan timbul sisa makanan dibawah ujung bawah dari usus yang secara reflek akan dilepaskan keluar melalui dubur. Pengeluaran faeses menghilangkan ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega, maka diperlukan pengajaran toilet training. Kalau si anak dapat belajar baik tentang toilet training maka ide ini menjadi dasar perkembangan kreativitas dan produktifitas.
3.    Tahap Phalik
Tahap perkembangan pusat dinamika dimana perasaan seksual dan agresifberkaitan dengan fungsi organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus. Dirumuskan, komplek Oedipus meliputi katesis seksual terhadap orangtua yang berlainan jenis serta katesis permusuhan terhadap orangtua sejenis. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya, sebaliknya juga dengan anak perempuan.
4.    Tahap Genital
Katesis dari masa pragenital bersifat narsistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasaan dari stimulasi dan manipulasi dari tubuhnya sendiri sedangkan orang lain hanya sebagai pembantu tambahan kenikmatan tubuh bagi anak. Fungsi pokok dari tahap genital adalah reproduksi, aspek-aspek psikologis membantu mencapai tujuan dengan memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
-       Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
-       Suryabrata Sumadi. 2008 Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers.

4 komentar:

  1. bagus,, bagus,, dan bagus..
    betul..betul..betul..

    BalasHapus
  2. thankyou..
    udh ky ipin aja betul..betul..betul..
    jd ikutan deh,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. folow me,, nnty w folback deh.. udh ky twiter aja,,hahaha

      Hapus
    2. kan diblogger jg bs folow orang,, gimana sih loe.. besuk gue ajarin deh.. hehehe..
      mulai deh so taunya gue!!

      Hapus