Minggu, 01 April 2012

Psikologi : Sindrom Anak Manja (Kesehatan Mental-Softskill)

Bicara tentang psikologi nggak akan ada habisnya..
Dibahas pun tak akan ada bosannya..
Disini kita akan membahas tentang dunia psikologi juga, tapi konteksnya kita akan perkecil. Sepertinya, asyik juga kita bahas tentang “Sindrom Anak Manja” tetapi tetap berkaitan dengan kesehatan mental, yuk kita liat pembahasannya..

·         Sindrom Anak manja 
adalah stimulus seorang anak yang selalu diberikan apa saja keinginannya. Tujuannya orangtua sih baik, hanya ingin memenuhi semua kebutuhan anaknya. Tetapi apa jadinya, bila berlebihan? Kadang orangtua lupa, ada beberapa hal yang seharusnya tidak dituruti keinginan anaknya.
Contoh :
Ketika seorang anak meminta membeli mainan, anak meminta mobil-mobilan dan motor-motoran. Padahal dirumah sudah punya mobil-mobilan. Seharusnya sebagai orangtua yang baik, sebaiknya anak dibelikan motor-motoran saja. Tetapi karena anak itu menangis, maka orangtua membelikan kedua mainan tersebut. Sehingga membuat anak berfikir jika dia menangis, maka keinginannya akan terpenuhi. Itu menjadi salah satu faktor seorang anak menjadi manja.

Sindrom anak manja
®    Berbeda dari anak manja sesungguhnya, kenapa?
Karena sindrom anak manja terjadi karena adanya pemenuhan kebutuhan seorang anak tampa adanya batasan dan kasih sayang yang dianggap oleh orangtua yang sibuk/ mempunyai konflik (ibu Vs ayah, bermusuhan, miscommunication, dll) kasih sayang bisa digantikan dengan pemenuhan kebutuhan material.
®    Kenyataannya..
Kasih sayang yang seharusnya diberikan kepada orangtua untuk anaknya tetap tidak dapat digatikan dengan sebayak apapun materi yang diberikan untuk seorang anak. Memang pada awalnya, seorang anak dapat senang karena semua kebutuhannya dapat terpenuhi. Tetapi lama-kelamaan anak akan bosan, walau bagaimanapun juga kasih sayang buat seorang anak. Sadar atau tidak sadar, itu suatu kebutuhan moril yang dapat dirasakan oleh hati.
®    Kenyataannya juga..
Orangtua yang terlalu sayang kepada anaknya, sehingga semua keinginan anaknya dipenuhi. Sehingga akan membebtuk pola anak manja.
®    Intinya..
Anak yang manja itu karena sesuatu yang berlebihan. Baik berlebihan dalam materi ataupun kasih sayang yang tidak pada tempatnya.

Menghukum Tampa Harus Memanjakan Anak
1.    Katakana apa yang kita maksudkan dan jelaskan apa yang kita maksudkan.
Û       Artinya : ketika orangtua mengatakan bahwa orangtua akan melakukan sesuatu, dan kemudian orangtua melakukannya, atau orangtua mengatakan tidak melakukannya, maka anak bisa mempercayai orangtua. Namun jika orangtua mengatakan akan melakukan sesuatu, tetapi kemudian orangtua tidak melakukannya, maka anak pasti tidak akan mempercayai orangtua.
2.     Gunakan strategi-strategi manajemen non-verbal
Û    Artinya : manajemen nonverbal terdiri dari tindakan melakukan sesuatu, dari mengatakannya tentang hal itu. Anak kita yang percaya bahwa pola-pola orangtua merespon, seringkali tidak sadar dengan intevensi dan dengan mengarahkan keberatan yang mampun dinegosiasikan jalan keluar anak dari situasi ini.
3.    Menjelaskan perbedaan antara nasihat dengan perintah
Û       Artinya : perintah adalah sesuatu yang diharapkan untuk dilakukan dan jika tidak akan ada konsekuensi yang harus diikuti. Sedangkan arti nasihat pengharapan tanpa adanya keharusan untuk menjalankannya. Pada dasarnya anak diharapkan patuh terhadap orangtua, karena memang hanya ada sedikit pilihan atau tidak sama sekali. Tetapi jika kata perintah diawali dengan kata tolong, maka akan lebih baik anak menerimanya.
4.    Putuskan apa yang akan kita ajarkan dan ajarkanlah
Û       Artinya : jika orangtua ingin memberikan penekanan lebih pada penghapusan perilaku-perilaku yang negative atau kata-kata yang negative, maka kita harus bisa mencontohkan / mengajarkan perilaku atau kata yang baik, agar anak tidak melakukan sesuatu yang negative juga.
5.    Memberikan sebuah tawaran yang tidak bisa mereka tolak
Û       Artinya : jika orangtua menawarkan pilihan yang mau tidak mau anak terima. Maka orangtua bisa memberikan pilihan yang “tidak menyenangkan” dan tersedia pilihan yang “menyenangkan”. Tetapi jika orangtua memberikan pilihan yang “tidak menyenangkan”dengan pilihan yang tersedia “lebih tidak menyenangkan”. Maka anak tidak akan mempunyai pilihan yang lebih baik.
Kaitannya dengan kesehatan mental :
·         Jika anak memperoleh sehat secara mental, maka ia tidak akan menjadi anak yang manja.
·         Kriteria sehat mental
1.    Nyaman dan bahagia
2.    Bergairah dan bersemangat
3.    Bisa membentuk pilihannya sendiri
4.    Terlibat dalam keputusan keluarga (dimulai dari hal yang kecil)
5.    Diberi alasan atas apa yang diperintahkan kepada anaknya
6.    Diperlakukan setara dan adil ( baik dari segi materi dan afeksi “hati”)
7.    Bisa mengekspresikan perasaan kita terhadap anak
8.    Memiliki kepercayaan diri yang positif
·         Dengan begitu : secara fisik sehat, ditunjang sehat secara mental akan membentuk anak yang baik “positif”.

Salah satu cara efektif untuk memastikan bahwa anak kita telah mendapat atensi positif dari orangtuannya adalah “duduk bareng” bersamanya (anak) minimal 20 menit perhari- special hanya dengan orangtua dengan anak.

Tips untuk menumbuhkan kekuatan terhadap diri anak agar menjadi kuat dan mandiri tamapa harus memanjakannya :
-       Selalu terhubung dengan orangtua (adanya komunikasi)
-       Membantu anak dalam memahami dan mengendalikan emosinya
-       Selalu member semangat pada anak
-       Member banyak atensi positif pada anak
-       Konsekuensi-konsekuensi yang dijamin sega;a peraturannya dibuat untuk dilaksanakan
-       Menciptakan rumah yang bebas “bising” (damai dan nyaman)
-       Meningkatkan disiplin anak, dll


DAFTAR PUSTAKA
-       Hightower Elaine. 2006. SINDROM ANAK MANJA. Jakarta : Prestasi Pustaka.
-       Andri Priyatna. 2002. Not A Little Monster. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Sabtu, 17 Maret 2012

Konsep Sehat dan Dimensinya (Kesehatan Mental-Softskill)


Konsep sehat itu apa? Jelaskan dimensinya !
·         Konsep Sehat
Pada dasarnya manusia sebagai mahluk hidup memiliki kesamaan dengan mahluk lainnya, seperti lahir, tumbuh, berkembang, sehat-sakit, normal-abnormal, dan mengalami kematian. Sering kita mendengar ungkapan yang penting hatinya, yang penting jiwanya. Jadi konsep sehat menurut buku yang saya baca itu ada 2, sehat secara fisik dan sehat secara mental (kejiwaan), berikut ulasannnya..
1.    Sehat mental – cacat fisik
Ada seorang penyandang cacat tetapi pikirannya jernih, gagasannya cemerlang dan ia ceria menjalani hidupnya.
2.    Sehat fisik – cacat mental
Ada orang yang secara fisik sehat dan memiliki semua kebutuhan fasilitasnya. Tetapi justru pikirannya kacau tindakannya juga kacau, dan ia tidak bisa menikmati hidup ini. Orang gila secara fisik adalah manusia, tetapi ia sudah tidak diperhitungkan karena jiwanya sakit.
Orang gila tidak menyadari sakitnya, tetapi orang yang mengalami gangguan jiwa, ia menyadari bahwa jiwanya sedang terganggu. Orang gila tidak bisa berfikir mengenai dirinya, sedangkan orang yang terganggu kejiwaanya justru selalu berfikir dan bertanya mengapa aku begini.

·         Dimensi Sehat
1.    Fisik
Mengarah pada kesehatan jasmani, secara fisiologis (fisik) tidak kekurangan sesuatu apapun secara fasilitas dan kebutuhan.
2.    Emosi
-       Disiplin diri
Orang yang mampu mendidiplikan diri.
-       Determinasi
Mampu membuat keputusan sendiri.
-       Kemandiriaan
Belajar untuk melakukan segala sesuatunya sendiri.
3.    Spiritual
Secara rohani atau jiwa. Dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional kalau irasional dianggap abnormal (tidak normal).
4.    Sosial
Kemampuan untuk bersama dan bekerja sama
-       Mampu menyanyangi, bersikap baik, percaya terhadap orang lain.
-       Memiliki hubungan sosial.
-       Menghargai perbedaan
-       Dapat saling membantu, tolong menolong.
-       Merasakan adanya “sense of responsibility” atas tetangga, teman-teman (orang yang berada disekitar kita).
5.    Intelektual
Kemampuan melihat realitas.
-       Denial
Menolak melakukan tindakan yang bertentangan dengan realitas yang tidak menyenangkan.
-       Fantasi
Realitas yang tidak menyenangkan dipersepsikan sebagai hal yang menyenangkan.
-       Projection
Memberikan pengalaman atau ingatan yang tidak menyenangkan didalam dirinya pada orang lain atau hal lain.
-       Kompensasi
Tindakan untuk mengurangi atau menyembunyikan kekurangan yang dirasakannya.
-       Pengetahuan
Daya nalar seseorang yang berbeda-beda baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan dengan ilmu yang kita peroleh.

Daftar Pustaka :
1.    Kholil Rochman Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press.
2.    Sutardjo A. Wiramihardja. 2010. Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung : Refika Aditama.




Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental (Softskill)


Jelaskan Mengenai Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental !
Menurut buku yang saya baca, secara umum dan secara historis dalam kajian kesehatan mental, sejarah kesehatan mental terbagi menjadi 2 periode yaitu periode pra ilmiah dan periode ilmiah.
1.    Periode pra ilmiah
sejak jaman dulu sikap terhadap gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif animeisme (kepercayaan roh-roh / dewa-dewa). Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, merka mengadakan perjamuan.
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada jaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan kesehatan mental, yaitu dengan pendekatan naturalisme. Aliran berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik akibat dari alam.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi. Dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial untuk memecahkan problem penyakit mental. Ia seorang kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Dirumah sakit ini pasienya yang maniac dirantai, diikat ditembok, ditempat tidur selama 20 tahun atau lebih. Akhirnya, banyak yang berhasil.
2.    Era ilmiah (Modern)
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era gangguan mental yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional kesikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) sebagai staff medis di rumah sakit Penisylvania, terdapat 24 pasien yang dianggap lunaties (orang0orang gila atau sakit ingatan). Rush melakukan usaha lain selain mengurung dan mengguyur air terhadap pasienya, yaitu dengan cara : memberikan motivasi (dorongan) untuk ingin bekerja, refreshing (mencari kesenangan).
Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran, dan inspirasi para ahli, terutama 2 tokoh perintis ini yaitu : Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers orang yang mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental. Berkat usaha Dix dia dapat membangun 32 rumah sakit jiwa di Amerika.
Selama dekade 1900-1909 beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan, seperti American Social Hygiene Association (ASHA) dan American Federation For Sex Hygiene. Perkembangan gerakan kesehantan mental tidak lepas dari Clifford Whittingham Beers (1876-193) karena jasanya ia dinobatkan sebagai “The Founder Of The Mental Hygiene Movement”. Beers juga mengeluarkan Otobiografinya sebagai mantan penderita gangguan mental yang berjudul “A Mind That Found Itself” dan dia juga merancang program yang bersifat nasional untuk mereformasikan program, penyebaran informasi, prndorongan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan praktik-praktik untuk mencegah gangguan mental.
Aldof Mayer yang tertarik terhadap program Beers menamakan gerakan itu dengan nama “Mental Hygiene”. Tahun 1908 sebuah organisasi pertama didirikan dengan nama Connectievt Society For Mental Hygiene. Tahun 19 febuari 1909 didirikan National Commitye Siciety For Mental Hygiene, Berrs menjadi sekretarisnya. Tujuan organisasi ini bertujuan melindungi, menyusun perawatan, meningkatkan studi, menyebarkan pengetahuan dan mengkoordinasikan lembaga-lembaga untuk pasien gangguan mental.
Pada tanggal 3 juli 1946, presiden Amerika Serikat menandatangani “The National Mental Health Act”. Dokumen blueprint yang komprehensif, berisi program jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat. Pada tahun 1950 organisasi mental terus bertambah dengan berdirinya National Association For Mental Health berkerjasama dengan 3 organisasi yaitu : National Commitye Siciety For Mental Hygiene, National Mental Health Foundation, dan Psychiatric Foundation. Kesehatan mental terus berkembang tahun 1075 di Amerika serika terdapat lebih dari 1000 tempat perkumpulan kesehatan mental. Dibelahan dunia lain gerakan kesehatan mental dikembangkan melalui World Federation For Mental Health Organization.
Psikologi kesehatan dimulai tahun 1970-an hingga awal 1980-an. Seiring datangnya abad 21 kita melihat pisikologi kesehatan tumbuh dengan sangan signifikan. Komunitas dan asosiasi psikologis mulai membentuk divisi atau departemen sendiri. Pertarunagn secara teoritis dan historis untuk memahami kaitan antara mental (pikiran, emosi dll.) dengan kondisi sehat (fisiologis).


Daftar Pustaka :
1.    Kholil Rochman Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press.
2.    Ian P. Albery dan Marcus Munafo. 2011. Psikologi Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Setia.