Sabtu, 17 Maret 2012

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental (Softskill)


Jelaskan Mengenai Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental !
Menurut buku yang saya baca, secara umum dan secara historis dalam kajian kesehatan mental, sejarah kesehatan mental terbagi menjadi 2 periode yaitu periode pra ilmiah dan periode ilmiah.
1.    Periode pra ilmiah
sejak jaman dulu sikap terhadap gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif animeisme (kepercayaan roh-roh / dewa-dewa). Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, merka mengadakan perjamuan.
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada jaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan kesehatan mental, yaitu dengan pendekatan naturalisme. Aliran berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik akibat dari alam.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi. Dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial untuk memecahkan problem penyakit mental. Ia seorang kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Dirumah sakit ini pasienya yang maniac dirantai, diikat ditembok, ditempat tidur selama 20 tahun atau lebih. Akhirnya, banyak yang berhasil.
2.    Era ilmiah (Modern)
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era gangguan mental yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional kesikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) sebagai staff medis di rumah sakit Penisylvania, terdapat 24 pasien yang dianggap lunaties (orang0orang gila atau sakit ingatan). Rush melakukan usaha lain selain mengurung dan mengguyur air terhadap pasienya, yaitu dengan cara : memberikan motivasi (dorongan) untuk ingin bekerja, refreshing (mencari kesenangan).
Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran, dan inspirasi para ahli, terutama 2 tokoh perintis ini yaitu : Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers orang yang mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental. Berkat usaha Dix dia dapat membangun 32 rumah sakit jiwa di Amerika.
Selama dekade 1900-1909 beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan, seperti American Social Hygiene Association (ASHA) dan American Federation For Sex Hygiene. Perkembangan gerakan kesehantan mental tidak lepas dari Clifford Whittingham Beers (1876-193) karena jasanya ia dinobatkan sebagai “The Founder Of The Mental Hygiene Movement”. Beers juga mengeluarkan Otobiografinya sebagai mantan penderita gangguan mental yang berjudul “A Mind That Found Itself” dan dia juga merancang program yang bersifat nasional untuk mereformasikan program, penyebaran informasi, prndorongan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan praktik-praktik untuk mencegah gangguan mental.
Aldof Mayer yang tertarik terhadap program Beers menamakan gerakan itu dengan nama “Mental Hygiene”. Tahun 1908 sebuah organisasi pertama didirikan dengan nama Connectievt Society For Mental Hygiene. Tahun 19 febuari 1909 didirikan National Commitye Siciety For Mental Hygiene, Berrs menjadi sekretarisnya. Tujuan organisasi ini bertujuan melindungi, menyusun perawatan, meningkatkan studi, menyebarkan pengetahuan dan mengkoordinasikan lembaga-lembaga untuk pasien gangguan mental.
Pada tanggal 3 juli 1946, presiden Amerika Serikat menandatangani “The National Mental Health Act”. Dokumen blueprint yang komprehensif, berisi program jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat. Pada tahun 1950 organisasi mental terus bertambah dengan berdirinya National Association For Mental Health berkerjasama dengan 3 organisasi yaitu : National Commitye Siciety For Mental Hygiene, National Mental Health Foundation, dan Psychiatric Foundation. Kesehatan mental terus berkembang tahun 1075 di Amerika serika terdapat lebih dari 1000 tempat perkumpulan kesehatan mental. Dibelahan dunia lain gerakan kesehatan mental dikembangkan melalui World Federation For Mental Health Organization.
Psikologi kesehatan dimulai tahun 1970-an hingga awal 1980-an. Seiring datangnya abad 21 kita melihat pisikologi kesehatan tumbuh dengan sangan signifikan. Komunitas dan asosiasi psikologis mulai membentuk divisi atau departemen sendiri. Pertarunagn secara teoritis dan historis untuk memahami kaitan antara mental (pikiran, emosi dll.) dengan kondisi sehat (fisiologis).


Daftar Pustaka :
1.    Kholil Rochman Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press.
2.    Ian P. Albery dan Marcus Munafo. 2011. Psikologi Kesehatan. Yogyakarta : Mitra Setia.

Kepribadian Sehat itu Apa? (Kesehatan Mental-Softskill)


Jelaskan Mengenai Kepribadian Sehat itu apa!
          Memiliki kepribadian yang sehat itu lebih cenderung kepada keshatan secara mental. Karena banyak orang yang cacat fisik tetapi berkepribadian sangat sehat. Berkepribadian yang sehat itu berperilaku yang baik dalam artian normal bukan abnormal. Karena proses psikis manusia sangat mempengaruhi perilaku seseorang yang menentukan sehat atau tidaknya kepribadian seseorang tersebut. Tetapi dibawah ini para ahli atau tokoh menuangkan pikiran secara teori mengenai model kepribadian yang sehat itu seperti apa, agar kita lebih jelas baca ulasan berikut ini.
Ahli-ahli psikologi pertumbuhan telah memiliki suatu pandangan yang segar terhadap kodrat manusia. Hal yang dapat kita capai pada tingkat pengetahuan kita ini adalah meneliti konsepsi-konsepsi tentang kesehatan psikologis dikaitkan dengan konsepsi-konsepsi diri kita. Sehingga kita dapat membicarakan teori mengenai model kepribadian sehat yang telah dikemukakan oleh para ahli. Konsep kepribadian yang sehat adalah konsep penggambaran topik yang mencakup kepribadian manusia itu sendiri.
·         Menurut Allport
Kepribadian yang sehat itu adalah seorang manusia yang sudah matang. Konsep diri (sekf) merupakan bagian yang penting dalam membicarakan kepribadian yang sehat. Baik jasmani maupun rohani. Pribadi yang sehat mempunyai kesadaran akan jasmani dan rohani, identitas diri (sebuah nama yang menjadi lambang kehidupan seseorang), harga diri (perasaan bangga seseorang), perluasan diri (menyadari adanya orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya), gambaran diri (rangkaian gambaran dari interaksi-interaksi diri terhadap orang lain), diri sebagai pelaku rasional.
Seseorang yang berkepribadian sehat sangat dipengaruhi oleh orang tua khususnya ibu, karena jika dari kecil seorang anak sudah disuruh mengerti tentang adanya konflik-konflik yang orang dewasa ciptakan maka dalam membentuk kosep pribadi yang normal atau sehat diperlukan pembentukan yang sehat dari kecil hingga dewasa.
·         Menurt Rogers
Pribadi yang sehat itu apabila seseorang sudah berfungsi sepenuhnya. Maksudnya adalah seseorang harus bersandar pada pengalamannya sendiri tentang dunia karena hanya itulah kenyataan yang dapat diketahui oleh seorang individu itu sendiri. Karena kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan dari ada melainkan proses, suatu arah bukan tujuan. Seseorang yan berfungsi sepenuhnya adalah orang yang terbuka pada pengalaman, kehidupan eksistensial (dirakan keberadaanya), kepercayaan terhadap organisme orang (perasaan organismik, jalan masuknya informasi yang ada dalam situasi membuat keputusan), perasaan bebas, dan berkreasi.
·         Menurut Fromm
Pribadi yang sehat bisa menunjukan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, baik dari respon-respon intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa didunia dan juga terhadap diri kita sendiri.
·         Menurut Maslow
Pribadi yang sehat bisa mengamati realitas secara efisien (mengamati objek-objek dan orang didunia sekitar secara objektif bukan subjektif), penerimaan umum atas kodrat, orang lain dan diri sendiri, spontanitas, kesederhanaan dan kewajaran, fokus terhadap masalah-masalah diluar diri mereka, kebutuhan akan privasi dan independensi, berfungsi secara otonom (berfungsi terhadap lingkungan sosial dan fisik), apsresiasi, pengalaman-pengalaman mistik atau puncak (pengaktualisasian diri terhadap ekstase, bahagia, terpesona dll.), minat sosial, hubungan antar pribadi, struktur watak demokratis, perbedaan antara sarana baik dan buruk, selera humor, kreativitas dan resistensi terhadap inkulturasi.
·         Menurut Fankl
Pribadi yang sehat yang mempunyai eksistensi. Frankl percaya hakikat eksistensi terdiri dari spiritualitas, kebebasan dan tanggung jawab. Meskipus spiritualitas dipengaruhi dunia material, namun ia tidak disebabkan atau dihasilkan oleh dunia material itu. Mungkin bisa diartikan sebagai roj dan jiwa.
Jadi menurut saya pribadi yang sehat menurut persepsi saya adalah apabila seseorang dibentuk dari kecil sudah baik dan sehat maka setelah besar nanti ia akan menjadi pribadi yang sehat. Tetapi karena dalam pembentukan seseorang mempunyai kepribadian yang sehat dipengaruhi faktor eksternal bukan hanya internal saja. Maka, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Bila digabungkan dari 5 tokoh yang saya ulas, maka bila ciri kepribadian sehat dari masing-masing tokoh digabung. Itu bisa menjawab pertanyaan mengenai kepribadian sehat itu apa. Punya pendapat lain tentang pribadi yang sehat, komen aja langsung. Ditunggu saran dan kritiknya ya..



Daftar Pustaka
1.    Duane Schultz. 1991. Psikologi Pertumbuhan (Model-Model Kepribadian Sehat). Yogyakarta : Kanisius.
2.    Kholil Rochman Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press.

Kepribadian Erikson Dan Freud (Kesehatan Mental-Softskill)


Jelaskan bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang  !
·         Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson.
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan berlangsung melalui tahapan. Konsep-konsep erikson yang sudah tidak asing lagi akan kita uraikan, seperti berikut.
1.    Kepercayaan dasar Vs Kecurigaan dasar
Kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap semsorik-oral dan ditunjukan oleh bayi lewat kepastiannya. Situasi yang menimubulkan kenyaman membuat kepercayaan bayi sekaligus bisa membuat kecurigaan bayi. Perbandingan antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar  mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Tahap kehidupan bayi ini merupakan tahap ritualisasi numinous. Yang dimaksudkan oleh Erikson  dengan numinous adalah perasaan bayi akan kehadiran ibu sehingga bayi tidak memiliki perasaan keterasingan atau merasa abandonment (dibuang).
2.    Otonomi Vs Perasaan malu dan Keragu-raguan
Tahap muskular-anal dalam skema psikoseksual, dimana anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajibanya dan hak-haknya yang disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Sehingga anak didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut otonomi dalam melakukan pilihan bebas. Penanaman rasa malu secara berlebihan akan menimbulkan anak tidak memiliki rasa kepercayaan diri.
3.    Inisiatif Vs Kesalahan
Tahap lokomotor-genital dalam skema psikoseksualitas ialah tahap inisiatif, suatu masa untuk penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan. Bahayanya dalam tahap ini adalah perasaan bersalah dimana ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan tujuan-tujuannya.
4.    Kerajinan Vs Inferioritas
Pada tahap ini anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang sangat kaya dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan suatu sikap rajin dan mempelajari yang dihasilkan dari ketekunan dan kerajinan. Setelah ia mengembangkan kecerdasan, perlu mencegah timbulnya inferioritas dan regresi eg0 (kemunduran ego) artinya adanya perasaan rendah diri dan kekanak-kanakan.
5.    Indentitas Vs Kekacauan identitas
Selama masa adolesen ini, individu mulai merakan suatu perasaan tentang identitas dirinya, perasaan dimana ia adlah manusia yang unik, siap memasuki peranan dalam masyarakat. Karena peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menimbulkan perubahan sosial dan historis dilain pihak, sehingga mengakibatkan kekacauan identitas. Istilahnya krisis identitas.
6.    Keintiman Vs Isolasi
Dalam tahap ini, orang-orang dewasa awal (young adults) siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Menginginkan adanya hubungan yang intim dan akrab. Misalnya dalam arti sosial dimana genitalitas membutuhkan seseorang dan dicintai untuk hubungan seksual sehinngga mempunyai suatu hubungan kepercayaan. Bahaya dalam keintiman yaitu isolasi, perasaan perlu membuat pilihan-pilihan yang berkaitan dengan masalah-masalah kepribadian.
7.    Generativitas Vs Stagnasi
Tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan-keturunan, produk-produk, ide-ide dsb. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi (berhenti ditempat).
8.    Integritas Vs Keputusan
Tahap terakhir dalam proses epigenetic perkembangan tersebut dinamakan integritas. Integritas ialah suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam hidup. Lawannya adalah keputusan dimana ia perlu menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individuterhadap kondisi-kondisi sosial dan sejarah, belum lagi kefanaan (ketidak abadian) hidup menghadapi kematian.

·         Menurut teori perkembangan kepribadian Freud.
1.    Tahap Oral
Sumber kenikmatan pokok berasal dari mulut adalah makan. Jadi karena berlangsung pada saat bayi maka sangat bergantung pada ibunya, maka ketika perasaan ini menetap. Akan muncul manakala orang cemas atau tidak aman sehingga simtom ketergantungan yang paling ekstrem adalah keinginan untuk kembali kedalam Rahim.
2.    Tahap Anal
Setelah makan dicerna, maka akan timbul sisa makanan dibawah ujung bawah dari usus yang secara reflek akan dilepaskan keluar melalui dubur. Pengeluaran faeses menghilangkan ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega, maka diperlukan pengajaran toilet training. Kalau si anak dapat belajar baik tentang toilet training maka ide ini menjadi dasar perkembangan kreativitas dan produktifitas.
3.    Tahap Phalik
Tahap perkembangan pusat dinamika dimana perasaan seksual dan agresifberkaitan dengan fungsi organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus. Dirumuskan, komplek Oedipus meliputi katesis seksual terhadap orangtua yang berlainan jenis serta katesis permusuhan terhadap orangtua sejenis. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya, sebaliknya juga dengan anak perempuan.
4.    Tahap Genital
Katesis dari masa pragenital bersifat narsistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasaan dari stimulasi dan manipulasi dari tubuhnya sendiri sedangkan orang lain hanya sebagai pembantu tambahan kenikmatan tubuh bagi anak. Fungsi pokok dari tahap genital adalah reproduksi, aspek-aspek psikologis membantu mencapai tujuan dengan memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
-       Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
-       Suryabrata Sumadi. 2008 Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers.