Sabtu, 17 Maret 2012

Kepribadian Sehat itu Apa? (Kesehatan Mental-Softskill)


Jelaskan Mengenai Kepribadian Sehat itu apa!
          Memiliki kepribadian yang sehat itu lebih cenderung kepada keshatan secara mental. Karena banyak orang yang cacat fisik tetapi berkepribadian sangat sehat. Berkepribadian yang sehat itu berperilaku yang baik dalam artian normal bukan abnormal. Karena proses psikis manusia sangat mempengaruhi perilaku seseorang yang menentukan sehat atau tidaknya kepribadian seseorang tersebut. Tetapi dibawah ini para ahli atau tokoh menuangkan pikiran secara teori mengenai model kepribadian yang sehat itu seperti apa, agar kita lebih jelas baca ulasan berikut ini.
Ahli-ahli psikologi pertumbuhan telah memiliki suatu pandangan yang segar terhadap kodrat manusia. Hal yang dapat kita capai pada tingkat pengetahuan kita ini adalah meneliti konsepsi-konsepsi tentang kesehatan psikologis dikaitkan dengan konsepsi-konsepsi diri kita. Sehingga kita dapat membicarakan teori mengenai model kepribadian sehat yang telah dikemukakan oleh para ahli. Konsep kepribadian yang sehat adalah konsep penggambaran topik yang mencakup kepribadian manusia itu sendiri.
·         Menurut Allport
Kepribadian yang sehat itu adalah seorang manusia yang sudah matang. Konsep diri (sekf) merupakan bagian yang penting dalam membicarakan kepribadian yang sehat. Baik jasmani maupun rohani. Pribadi yang sehat mempunyai kesadaran akan jasmani dan rohani, identitas diri (sebuah nama yang menjadi lambang kehidupan seseorang), harga diri (perasaan bangga seseorang), perluasan diri (menyadari adanya orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya), gambaran diri (rangkaian gambaran dari interaksi-interaksi diri terhadap orang lain), diri sebagai pelaku rasional.
Seseorang yang berkepribadian sehat sangat dipengaruhi oleh orang tua khususnya ibu, karena jika dari kecil seorang anak sudah disuruh mengerti tentang adanya konflik-konflik yang orang dewasa ciptakan maka dalam membentuk kosep pribadi yang normal atau sehat diperlukan pembentukan yang sehat dari kecil hingga dewasa.
·         Menurt Rogers
Pribadi yang sehat itu apabila seseorang sudah berfungsi sepenuhnya. Maksudnya adalah seseorang harus bersandar pada pengalamannya sendiri tentang dunia karena hanya itulah kenyataan yang dapat diketahui oleh seorang individu itu sendiri. Karena kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan dari ada melainkan proses, suatu arah bukan tujuan. Seseorang yan berfungsi sepenuhnya adalah orang yang terbuka pada pengalaman, kehidupan eksistensial (dirakan keberadaanya), kepercayaan terhadap organisme orang (perasaan organismik, jalan masuknya informasi yang ada dalam situasi membuat keputusan), perasaan bebas, dan berkreasi.
·         Menurut Fromm
Pribadi yang sehat bisa menunjukan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, baik dari respon-respon intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa didunia dan juga terhadap diri kita sendiri.
·         Menurut Maslow
Pribadi yang sehat bisa mengamati realitas secara efisien (mengamati objek-objek dan orang didunia sekitar secara objektif bukan subjektif), penerimaan umum atas kodrat, orang lain dan diri sendiri, spontanitas, kesederhanaan dan kewajaran, fokus terhadap masalah-masalah diluar diri mereka, kebutuhan akan privasi dan independensi, berfungsi secara otonom (berfungsi terhadap lingkungan sosial dan fisik), apsresiasi, pengalaman-pengalaman mistik atau puncak (pengaktualisasian diri terhadap ekstase, bahagia, terpesona dll.), minat sosial, hubungan antar pribadi, struktur watak demokratis, perbedaan antara sarana baik dan buruk, selera humor, kreativitas dan resistensi terhadap inkulturasi.
·         Menurut Fankl
Pribadi yang sehat yang mempunyai eksistensi. Frankl percaya hakikat eksistensi terdiri dari spiritualitas, kebebasan dan tanggung jawab. Meskipus spiritualitas dipengaruhi dunia material, namun ia tidak disebabkan atau dihasilkan oleh dunia material itu. Mungkin bisa diartikan sebagai roj dan jiwa.
Jadi menurut saya pribadi yang sehat menurut persepsi saya adalah apabila seseorang dibentuk dari kecil sudah baik dan sehat maka setelah besar nanti ia akan menjadi pribadi yang sehat. Tetapi karena dalam pembentukan seseorang mempunyai kepribadian yang sehat dipengaruhi faktor eksternal bukan hanya internal saja. Maka, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Bila digabungkan dari 5 tokoh yang saya ulas, maka bila ciri kepribadian sehat dari masing-masing tokoh digabung. Itu bisa menjawab pertanyaan mengenai kepribadian sehat itu apa. Punya pendapat lain tentang pribadi yang sehat, komen aja langsung. Ditunggu saran dan kritiknya ya..



Daftar Pustaka
1.    Duane Schultz. 1991. Psikologi Pertumbuhan (Model-Model Kepribadian Sehat). Yogyakarta : Kanisius.
2.    Kholil Rochman Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto : Fajar Media Press.

Kepribadian Erikson Dan Freud (Kesehatan Mental-Softskill)


Jelaskan bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang  !
·         Menurut teori perkembangan kepribadian Erikson.
Seperti yang telah kita ketahui, perkembangan berlangsung melalui tahapan. Konsep-konsep erikson yang sudah tidak asing lagi akan kita uraikan, seperti berikut.
1.    Kepercayaan dasar Vs Kecurigaan dasar
Kepercayaan dasar yang paling awal terbentuk selama tahap semsorik-oral dan ditunjukan oleh bayi lewat kepastiannya. Situasi yang menimubulkan kenyaman membuat kepercayaan bayi sekaligus bisa membuat kecurigaan bayi. Perbandingan antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar  mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. Tahap kehidupan bayi ini merupakan tahap ritualisasi numinous. Yang dimaksudkan oleh Erikson  dengan numinous adalah perasaan bayi akan kehadiran ibu sehingga bayi tidak memiliki perasaan keterasingan atau merasa abandonment (dibuang).
2.    Otonomi Vs Perasaan malu dan Keragu-raguan
Tahap muskular-anal dalam skema psikoseksual, dimana anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya, apakah kewajiban-kewajibanya dan hak-haknya yang disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Sehingga anak didorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut otonomi dalam melakukan pilihan bebas. Penanaman rasa malu secara berlebihan akan menimbulkan anak tidak memiliki rasa kepercayaan diri.
3.    Inisiatif Vs Kesalahan
Tahap lokomotor-genital dalam skema psikoseksualitas ialah tahap inisiatif, suatu masa untuk penguasaan dan tanggung jawab. Selama tahap ini anak menampilkan diri lebih maju dan lebih seimbang secara fisik maupun kejiwaan. Bahayanya dalam tahap ini adalah perasaan bersalah dimana ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan tujuan-tujuannya.
4.    Kerajinan Vs Inferioritas
Pada tahap ini anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang sangat kaya dan mulai menempuh pendidikan formal. Ia mengembangkan suatu sikap rajin dan mempelajari yang dihasilkan dari ketekunan dan kerajinan. Setelah ia mengembangkan kecerdasan, perlu mencegah timbulnya inferioritas dan regresi eg0 (kemunduran ego) artinya adanya perasaan rendah diri dan kekanak-kanakan.
5.    Indentitas Vs Kekacauan identitas
Selama masa adolesen ini, individu mulai merakan suatu perasaan tentang identitas dirinya, perasaan dimana ia adlah manusia yang unik, siap memasuki peranan dalam masyarakat. Karena peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menimbulkan perubahan sosial dan historis dilain pihak, sehingga mengakibatkan kekacauan identitas. Istilahnya krisis identitas.
6.    Keintiman Vs Isolasi
Dalam tahap ini, orang-orang dewasa awal (young adults) siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang lain. Menginginkan adanya hubungan yang intim dan akrab. Misalnya dalam arti sosial dimana genitalitas membutuhkan seseorang dan dicintai untuk hubungan seksual sehinngga mempunyai suatu hubungan kepercayaan. Bahaya dalam keintiman yaitu isolasi, perasaan perlu membuat pilihan-pilihan yang berkaitan dengan masalah-masalah kepribadian.
7.    Generativitas Vs Stagnasi
Tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan-keturunan, produk-produk, ide-ide dsb. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi (berhenti ditempat).
8.    Integritas Vs Keputusan
Tahap terakhir dalam proses epigenetic perkembangan tersebut dinamakan integritas. Integritas ialah suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam hidup. Lawannya adalah keputusan dimana ia perlu menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individuterhadap kondisi-kondisi sosial dan sejarah, belum lagi kefanaan (ketidak abadian) hidup menghadapi kematian.

·         Menurut teori perkembangan kepribadian Freud.
1.    Tahap Oral
Sumber kenikmatan pokok berasal dari mulut adalah makan. Jadi karena berlangsung pada saat bayi maka sangat bergantung pada ibunya, maka ketika perasaan ini menetap. Akan muncul manakala orang cemas atau tidak aman sehingga simtom ketergantungan yang paling ekstrem adalah keinginan untuk kembali kedalam Rahim.
2.    Tahap Anal
Setelah makan dicerna, maka akan timbul sisa makanan dibawah ujung bawah dari usus yang secara reflek akan dilepaskan keluar melalui dubur. Pengeluaran faeses menghilangkan ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega, maka diperlukan pengajaran toilet training. Kalau si anak dapat belajar baik tentang toilet training maka ide ini menjadi dasar perkembangan kreativitas dan produktifitas.
3.    Tahap Phalik
Tahap perkembangan pusat dinamika dimana perasaan seksual dan agresifberkaitan dengan fungsi organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus. Dirumuskan, komplek Oedipus meliputi katesis seksual terhadap orangtua yang berlainan jenis serta katesis permusuhan terhadap orangtua sejenis. Anak laki-laki ingin memiliki ibunya dan menyingkirkan ayahnya, sebaliknya juga dengan anak perempuan.
4.    Tahap Genital
Katesis dari masa pragenital bersifat narsistik. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasaan dari stimulasi dan manipulasi dari tubuhnya sendiri sedangkan orang lain hanya sebagai pembantu tambahan kenikmatan tubuh bagi anak. Fungsi pokok dari tahap genital adalah reproduksi, aspek-aspek psikologis membantu mencapai tujuan dengan memberikan stabilitas dan keamanan sampai batas tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
-       Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius.
-       Suryabrata Sumadi. 2008 Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers.

Kamis, 29 Desember 2011

Peranan Pemuda

PERANAN PEMUDA DI MASYARAKAT
SAAT INI
Kalau kita bicara tentang peranan pemuda dimasyarakat saat ini, berhubungan antara generasi muda dengan masyarakat. Bisa dilihat dari teman-teman di lingkungan sekitar kita, karena kita juga termasuk generasi muda. Peranan yang kita lakukan didalam masyarakat adalah bisa dengan ikut organisasi karang taruna, ikut berpartisipasi dalam membangun Negara Indonesia kearah yang lebih maju dan baik. Dengan cara berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik, menjauhi hal-hal yang negative seperti : tawuran, mabok-mabokan (miras), narkoba, seks bebas, dll yang bisa membuat image bangsa jelek dan sangat merugikan diri bahkan orang lain ikut jadi korban. Misalnya saja seperti kalau seseorang telah mabok-mabokan minuman keras, maka orang itu bisa kehilangan kesadaran dirinya sehingga bisa membuat orang itu melakukan hal-hal yang tercela. Seperti timbulnya tindak kejahatan baik perampokan, pemerkosaan, dll.
      Generasi sekarang, pejabat dan aparat negaranya sudah terbukti banyak yang korupsi. Tetapi karena lambatnya penegakan hukum di Indonesia, maka membuat itu menjadi berlarut-larut. Perlu diadakan resavel (penggantian generasi aparat Negara), dimana kita harus sejak dini menerapkan character building with integrity. Maksudnya adalah membangun karakter dengan integritas, intergritas adalah seseorang yang mempunyai kejujuran, tanggung jawab, dan personality. Kalau dari sejak dini sudah punya karakter yang berintegritas maka pemuda dalam melakukan peranannya bisa lebih maksimal.
      Peranan pemuda dalam masyarakat juga bisa dengan ikut kerja bakti, dan ikut serta dalam kegiatan lainnya yang dilakukan oleh masyarakat. Misalnya seperti dalam rangka mengisi kemerdekaan kita bisa berpartisipasi dengan menjadi panitia ataupun peserta untuk meramaikan kemerdekaan Indonesia. Lalu dalam menciptakan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat kita juga bisa menjaga ketertiban umum, misalnya : dengan merawat fasilitas umum yang ada dilingkungan sekitar, kita juga bisa dengan ikut siskamling jika ada, dan tidak melakukan tindak kejahatan yang kira-kira bisa meresahkan warga masyarakat sekitar.
      Karena kita mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk hidup, maka sebagai generasi penerus seharusnya kita bisa mempertahankan hubungan silahturahmi antar orang. Karena di Indonesia sekarang, telah terpengaruh oleh tekhnolgi yang mengakibatkan orang menjadi individualis. Dimana dengan adanya handphone 3G kita tidak usah ketemu tetapi sudah bisa bersilahturahmi. Sehingga interaksi tatap muka sudah menjadi barang yang mahal. Dengan demikian sebagai generasi penerus kita seharusnya bisa meminimalisir keadaan ini, dengan cara bisa menempatkan keadaan dimana tatap muka menjadi kebiasaan lagi. Sehingga generasi penerus dibawah kita bisa mencontoh agar terbiasa kembali.

Rabu, 28 Desember 2011

Review About Pranikah

SEKS PRANIKAH

JURNALNYA TENTANG HARGA DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG TELAH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS PRANIKAH

          Kalau udah diklik link jurnalnya sekarang liat ulasan Review dari Jurnal diatasnya? Tentang bagaimana seseorang yang sudah melakukan hubungan seks pranikah. Berikut ulasannya ialah yang pertama biasanya jatuhnya harga diri seorang perempuan. Karena harga diri adalah dasar bangunan dalam kehidupan sehari-hari, apabila kita sebagai wanita telah melakukan hubungan seks pranikah, lalu kehormatan apakah yang masih bisa dibanggakan oleh wanita tersebut.
Karena harga diri juga menentukah tingkah laku seseorang dalam kehidupanya, maka bisa menimbulkan keragu-raguan, tidak percaya diri, rasa bersalah pada dirinya karena merasa kotor atau tidak suci lagi, rasa takut terhadap diri, orangtua, dan penghinaan yang akan dilontarkan masyarakat bila diketahui sudah melakukan hubungan seks pranikah.
 Seorang remaja yang masih belia mendapatkan informasi tentang hubungan seksual yang diperoleh dari internet maupun dari media lainnya. Sehingga timbul keingin-tahuan terhadap informasi yang telah didapatkannya, dan akhirnya mempraktikannya. Apabila seorang tersebut sudah berpacaran sejak dini dan sering berpacaran dengan yang sebaya, maka akan timbul kecenderungan permisif terhadap hubungan seks pranikah.
Ketika seorang remaja putri setelah melakukan hubungan seks pranikah, biasanya akan timbul tekanan batin, ada beberapa yang bisa sampai depresi tetapi ada juga yang sabar bisa melewati tersebut. Tergantung tingkat kedewasaan orang tersebut, beberapa remaja kebanyakan masih labil sehingga ketika dia telah melakukan hubungan seks pranikah jiwanya akan terguncang karena rasa bersalah.
Tetapi ada juga beberapa remaja yang sudah tahu akan resiko yang harus dihadapi ketika dia sudah mengambil keputusan untuk melakukan hubungan seks pranikah (hanya sedikit remaja yang demikian). Kurangnya perhatian dari orangtua juga merupakan salah satu faktor remaja yang kurang kasih sayang, sehingga dia mencari kasih sayang dari pacarnya. Tetapi karena kelabilan remaja, maka membuat mereka sering melakukan hal-hal yang kadang diluar batas. Sehingga mereka kadang melakukannya tampa memikirkan resiko apa yang akan ditanggungnya setelah melakukan hubungan seks pranikah tersebut.
Sekian dulu deh, tulisan yang saya buat. Apabila ada kesalahan atau ketidaksamaan pendapat tentang tulisan saya. Mohon maaf, jumpa lagi dengan judul baru tulisan saya yang lebih menarik lagi. See you…